Selasa, 19 November 2013

Makanan Malam Spesial




Jam 4 sore dirumah.

"Mam, nanti makan malam kita makan apa?"

"Rahasia dong, menu malam kali ini spesial. Mama sudah lama ingin membuatnya, loh. Kesal kalau belum sampai membuatnya sih." Mama menjawab dengan senyum diakhir kalimatnya.

"Segitunya Mam, sip berarti spesial dong kalo gitu." Hatiku senang dengan jawaban mama.

Mama pun tersenyum lagi ke diriku dan masuk kekamarnya. Kalau Aku pergi main basket di lapangan dekat komplek.

---

Langit sudah mulai gelap, Aku pun pulang kerumah. Makan dan mandi. [Inginku]
"Mam, aku pulang. Aku mandi dulu ya terus makan masakan spesialnya!" Aku sedikit mengeraskan suara saat masuk rumah dan dengan nada yang kubuat lucu.

"Makanannya belum jadi, Jim. Mama sedang memotong nih." Teriak pelan mama didalam tapi aku bisa dengar.

Tidak apalah, mungkin sehabis mandi, makanan spesial itu sudah jadi. Masuk ke kamar, ambil pakaian dan handuk lalu menuju kamar mandi. Eits, melihat laptopku diatas kasur masih menyala aku sempatkan untuk menulis status di FBku. Sebentar lalu keterusan. Mungkin setengah jam baru sadar seharusnya aku mandi.

Menuju kamar mandi aku mencium bau amis. Wah mungkin ikan menu kali ini. Bau amisnya sampai sini. Aku senang kalo benar. Sepanjang jalan aku menebak ikan apa. Ikan emas. Pasti ikan emas. Aku suka ikan emas tapi mama tidak pernah mau membuatnya untukku karena alasan durinya yang terlalu banyak dan susah dimakan. Kali ini mama ingin membuatkannya untukku mungkin. Aku senang.

Sesampainya di kamar mandi, aku melihat darah di ember dengan uap panas yang mengepul tipis.
Begitu pula lengan Mama yang telah dipotong nadinya. Duduk lemas bersender kehabisan darah tercelup kedalam embernya juga.

Saat itu juga aku menyalahkan Ayah yang memutuskan bercerai demi wanita lain.


Menu malam waktu itu memang ikan emas -seharusnya.
Aku memakannya sambil menangis [durinya memang kubenci].






...




Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar